Operator SPBU di Jayapura yang padamkan api bakar sepeda motor saat isi BBM dapat penghargaan
Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memberikan penghargaan kepada dua petugas SPBU yang dengan sigapnya memadamkan insiden luapan api di salah satu sepeda motor yang terjadi di SPBU Kotaraja Jayapura, Senin (10/6).

Elshinta.com - Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memberikan penghargaan kepada dua petugas SPBU yang dengan sigapnya memadamkan insiden luapan api di salah satu sepeda motor yang terjadi di SPBU Kotaraja Jayapura, Senin (10/6).
Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Edi Mangun mengatakan, apresiasi yang diberikan kepada petugas SPBU saudara Rezan dan juga temannya saudara Piter Ayomi yang hari ini tidak sempat hadir dalam penerimaan penghargaan tersebut karena ada kegiatan di keluarga.
“Apresiasi ini kami berikan atas keberhasilan kedua saudara Rezan dan Piter Ayomi sebagai operator SPBU ketika beberapa hari lalu terjadi kebakaran yang disebabkan oleh sebuah motor yang mengisi BBM dan ternyata motor itu telah dimodif sedemikian rupa sehingga tidak standar. Dan ketika tempat BBM sepeda motor itu tidak standar, ada potensi dan potensi itu yang menyebabkan kemarin terjadi kebakaran,” ujar Edi Mangun didampingi Senior Supervisor Cormmrel Pertamina Patra Niaga Regional Maluku, Okky Aditya Wibowo di SPBU Kotaraja Jayapura, Jumat (14/6/2024).
Edi menyampaikan terima kasi kepada kedua operator SPBU atas keberaniannya mengatasi kebakaran sepeda motor dengan mengambil langkah yang tepat yaitu melakukan pemadaman awal dengan menggunakan alat pemadam sehingga tidak menimbulkan korban jiwa yang lebih besar karena dalam setiap musibah kebakaran kami tidak berharap terjadinya korban.
“Kami dari pertamina pada kesempatan ini ingin menghimbau kepada semua pengguna kendaraan yang mengisi BBM yang paling sering dilakukan itu adalah ketika mengisi mobil atau motor itu digoyang, nah saya tidak paham kenapa harus digoyang?. Perlu saya sampaikan bahwa yang menyebabkan sambaran api itu bukan BBM dalam bentuk cair, tetapi ketika dia berubah menjadi uap, nah uap itu bisa muncul ketika BBM atau hidrokarbon ini kita goyang, kita goncang itu maka berpotensi terjadi vapor atau uap, dan ketika terjadi uap dalam jumlah yang sudah mencukupi batas bawah untuk terjadi flash atau api awal itu dia tidak butuh api, tapi dia hanya butuh panas. Jadi tidak harus ada api terbuka tetapi ketika ada temperatur terendah di mana dia bisa menimbulkan api dan terjadi kebakaran,”katanya.
Edi mengimbau kepada masyarakat yang menggunakan BBM tidak perlu menggoyang motor dan mobilnya karena BBM dalam bentuk cair dan berbeda jika pasir diisi dalam sebuah temapt harus digoyang supaya masuk ke rongga-rongga yang kosong, namun perlu diketahui BBM merupakan benda cair yang sudah dengan sendirinya dia akan memenuhi semua ruang tanpa perlu digoyang.
“Ketika BBM digoyang atau ketika ada aliran BBM itu masuk ke dalam tangki maka ada aliran yang potensi namanya listrik statis. Listrik statis ini ikalau ditambah dengan uap yang cukup ditambah dengan temperatur yang cukup tidak perlu menyala api akan bisa terjadi kebakaran. Sekali lagi kami himbau, kalau masuk SPBU mengisi BBM tidak perlu menggoyang motornya,” paparnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Sabtu (15/6).
Dikatakan, pertamian terus mengimbau para operator SPBU mengutamakan keselamatan, dan telah melakukan program terkait kebakaran saat terjadi pengisian BBM. Program itu dibuat secara reguler baik kepada pemilik SPBU kemudian para operator SPBU.
“Kami selalu mengimbau kepada pemilik SPBU jangan setahun ganti operator itu 56 kali, kalau dia ganti 56 kali kan kita buat program pelatihannya agak susah karena operator yang dilatih kerja hanya 2 bulan dan diganti lagi, sedangkan program berikutnya belum sampai, jadi kita tidak mungkin mentraining orang per orang, tetapi dilakukan satu grup. Untuk di Jayapura ini program itu berjalan dengan baik, teman-teman pemilik SPBU juga harus memperhatikan itu dengan baik kedepan,tutur Edi.
Sementara itu Reza menjelaskan kronologis kebakaran di sepeda motor di SPBU tersebut, iya pada saat mengisi BBM ke motor yang ada di depan, tanpa sengaja melihat balik ke belakang tiba-tiba lihat api mucul di motor tersebut.
“Saat itu saya secara spontan saya balikan selang pengisian BBM ke tempat semula, baru saya lari yang kebetulan juga di situ alat pemadamnya yang punya motor sudah ambil sendiri , namun dia tidak tau menggunakan alat pemadam itu sehingga saya ambil dan langsung padamkan dibantu rekan saya Piter Ayomi,”ucapnya.
Reza mengaku bersyukur atas penghargaan yang diberikan Pertamina kepada kami dan ini sebagai satu kehormatan buat kami operator di SPBU.
“Saya dan sekeluarga sampaikan terima kasi buat pertamina atas perhatiannya pada kami operator SPBU, dan mungkin kehormatan juga buat tempat kerja saya. Kami berharap juga semua operator yang di sini ya tentunya bisa mendapatkan penghargaan semua,”ungkapnya.